Showing posts with label Kimia. Show all posts
Showing posts with label Kimia. Show all posts

Pengertian Senyawa Kimia, Ciri, Sifat, dan Tata Nama Senyawa Kimia

Dalam Artikel ini akan dibahas Mengenai Pengertian Senyawa Kimia , Ciri-ciri Senyawa Kimia, Sifat-sifta senyawa Kimia dan Penulisan atau tata nama senyawa kimia
Pengertian Senyawa Kimia, Ciri, Sifat, dan Tata Nama Senyawa Kimia
Pengertian Senyawa Kimia, Ciri, Sifat, dan Tata Nama Senyawa Kimia. Source: Pexels.com

A. PENGERTIAN SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia adalah zat kimia murni yang disusun oleh beberapa unsur kimia. Senyawa kimia terbentuk melalu reaksi kimia. Setiap senyawa kimia sanggup dibedakan antara satu dengan lainnya melalui rumus kimia dengan melihat atom penyusunnya. Senyawa kimia sanggup ditemukan dalam aneka macam bentuk, baik itu padatan, cairan atau gas.
B. CIRI - CIRI SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia mempunyai beberapa ciri-ciri. Ciri-ciri senyawa kimia tersebut yaitu sebagai berikut:
  • Senyawa kimia merupakan suatu bentuk zat tunggal.
  • Karena tersusun dari beberapa unsur kimia, maka senyawa kimia sanggup diuraikan kembali menjadi beberapa unsur ( sesuai dengan jumlah unsur yang membentuknya) melalui proses atau reaksi kimia.
  • Komposisi atau jumlah unsur yang dipakai untuk membentuk suatu senyawa berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan sifat yang dimiliki senyawa kimia juga berbeda dengan sifat yang dimiliki oleh usur-unsur penyusunnya.
  • Senyawa kimia terbentuk dari adonan unsur-unsur kimia dengan perbandingan tertentu.

C. SIFAT SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia tersusun atas beberapa unsur kimia. Tetapi sifat dari senyawa kimia berbeda dengan sifat unsur penyusunnya tersebut. Terdapat beberapa sifat senyawa kimia yang sanggup dijelaskan sebagai berikut:
  • Senyawa terbentuk dari beberapa unsur kimia melalui reaksi kimia.
  • Sifat-sifat yang dimiliki suatu senyawa berbeda dengan sifat yang dimiliki oleh unsur yang memebentuknya. Hal ini alasannya yaitu perbedaan komposisi unsur yang dipakai dalam suatu senyawa kimia.
  • Senyawa sanggup diuraikan menjadi beberapa unsur tertentu.
  • Tidak sanggup dipisahkan secara fisika (Fisik).

D. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia sanggup diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Klasifikasi macam-macam jenis senyawa kimia tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Senyawa kimia ionik
Senyawa ionik merupakan suatu senyawa kimia yang terbentuk dari unsur-unsur ion. Unsur-unsur ion tersebut disatukan dengan memakai gaya elaktrostatik. Ikatan pada senyawa ini ddikenal dengan ikatan ionik. Senyawa ionik merupakan jenis senyawa yang bersifat netral secara keseluruhan. Akan tetatpi ion-ion yang menyusunnya terdapat ion positif dan ion negatif. Ion positif disebut kation dan ion negatif disebut anion. Contoh senyawa ionik yaitu: Natrium Klorida denga (Na+) dan (Cl-).

2. Senyawa kimia oksida
Sennyawa kimia oksida merupakan jenis senyawa yang unsur-unsurnya tersusun oleh unsur oksigen dan unsur lainnya. Senyawa oksida ini umumnya terbentuk alasannya yaitu adanya oksidasi unsur-unsur yang dilakukan oleh oksigen di udara.

3. Senyawa kimia organik
Senyawa kimia organik merupakan jenis senyawa kimia yang dibuat oleh karbon dan hidrogen sebagai unsur utamanya. Akan tetapi dalam senyawa ini juga terapat unsur-unsur lain menyerupai oksigen, halogen, belerang, dan fosfor.

4. Senyawa asam
Senyawa asam merupakan salah satu jenis senyawa kimia yang mempunyai rumus umum HA. Senyawa ini bila dilarutkan dalam air akan mempunyai pH lebih kecil dari  7. Secara lebih khusus ternyata senyawa asam ini akan menunjukkan ion H+ kepada senyawa lain (basa).

5. Senyawa basa
Basa merupakan suatu jenis senyawa kimia yang mendapatkan atau menyerap ion H+. senyawa ini mempunyai pH lebih  besar dari 7 dan melepaskan ion OH-.

E. TATA NAMA SENYAWA KIMIA
Sama halnya dengan unsur kimia, senyawa kimi juga miliki tata nama. Tata nama ini dipakai untuk memudahkan penamaan suatu senyawa kimia. Berdasarkan unsur-unsur yang membentuknya tata nama senyawa sanggup dijelaskan sebagai berikut:
1. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Logam dan Non Logam
Senyawa yang terbentuk dari dua jenis unsur logam ini mempunyai tata nama senyawa dengan hukum tertentu. Untuk senyawa jenis ini nama unsur logam akan dijadikan sebagai nama depan, sedangkan nama belakangnya yaitu nama dari unsur non logam yang menyusun senyawa tersebut. Beberapa referensi penamaan senyawa yang tersusun oleh unsur logam dan nonlogam yaitu sebagai berikut:
Kalsium Brom dituliskan dengan CaBr.
Magnesium Oksigen dituliskan dengan MgO.

2. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Non Logam Saja
Dalam penulisan penamaan senyawa kimia yang hanya terbentuk dari unsur non logam saja terdapat hukum tertentu. Aturan tersebut yaitu, bila terdiri atas dua unsur non logam maka pada nama belakangnya di berikan akhiran da. Namun jika  terdapat lebih dari dua unsur maka untuk penamaannya sanggup dilakukan dengan menyebutkan angka indeksnya. Angka indeks dalam hukum ini dinyatakan dalam bahasa yunani. Angka indeks suatu unsur dalam senyawa sanggup dilihat pada tabel berikut ini.
Beberapa referensi penamaan senyawa yang terbentuk dari unsur non logam saja sanggup dilihat sebagaai berikut:
CO2 dibaca dengan Karbon dioksida.
CO3 dibaca dengan Karbon troksida.
CO5 dibaca dengan Karbon pentaoksida.
3. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Hidrogen dan Non Logam
Aturan yang dipakai dalam penulisan atau penamaan senyawa kimia yang terbentuk dari unsur kimia hidrogen dan unsur non logam mempunyai dua aturan. Aturan-aturan tersebut yaitu sebagai berikut:
  • Menjadikan kata hidrogen sebagai nama depan kemudian diikuti oleh nama unsur non logam sebagai nama belakang. Kemudian untuk akhirannya ditambahkan dengan -ida. Misalnya senyawa HF mempunyai nama Hidrogen Flourida.
  • Kata asam dipakai sebagai kata depan dan menggantikan nama hidrogen. Kemudian gres diikuti oleh nama dari unsur nonlogam dan ditambahkan dengan akhiran ida. Misalnya senyawa HF yang dikenal dengan nama Hidrogen Flourida menjadi HF dengan nama Asam Flourida.

4. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Logam, Oksigen dan Hidrogen
Senyawa jenis ini tersusun oleh tiga unsur yaitu logam, oksigen dan hidrogen. Aturan yang dipakai dalam penamaan senyawa ini yaitu:
  • Jika unsur oksigen merupakan unsur kedua yang kemudian dibelakangnya terdapat unsur hidrogen, maka penamaan senyawa tersebut sanggup menggunakaan nama dari suatu unsur logam sebagai nama depannya.
  • Untuk adonan dari nama unsur hidrogen dan unsur oksigen dipakai nama hidroksida yang dipakai sebagai nama belakang.

Beberapa referensi penamaan senyawa jenis ini yaitu sebagai berikut:;
NaOH mempunyai nama Natrium hidroksida
MgOH memiliki  nama Magnesium Hidroksida
KOH mempunyai nama Kalium Hidroksida

Demikian Lah Penjelasan Mengenai Pengertian Senyawa Kimia , Ciri-ciri Senyawa Kimia, Sifat-sifta senyawa Kimia dan Penulisan atau tata nama senyawa kimia

Kesetimbangan Kimia : Pengertian, Ciri, Tetapan, Perhitungan

A. PENGERTIAN KESETIMBANGAN KIMIA
Untuk memahami pengertian kesetimbangan, sanggup dilihat dari asal katannya. Kesetimbangan berasal dari kata setimbang. Dalam bahasa Indonesia setimbang sanggup diartikan sebagai suatu kedaan dimana dua benda mempunyai berat dan kedudukan serta berada dalam posisi yang sama. Sedangkan menurut ilmu kimia kimia setimbang merupakan dua proses mempunyai keadaan yang berlawanan arah. Proses tersebut berlangsung secara terus menerus dan bersifat simultan. Namun, pada kesetimbangan tersebut tidak terdapat perubahan yang sanggup diamati dan di ukur.

Berdasarkan pengertian diatas maka kesetimbangan kimia sanggup diartikan sebagai suatu keadaan reaksi bolak-balik dengan kesamaan laju reaktan dan laju terbentuknya produk serta konsentrasinya tetap. Reaksi tersebut terjadi secara bolak balik (memiliki dua arah yang berbeda) dan berlangsung secara terus menerus.

B. CIRI – CIRI KESETIMBANGAN KIMIA
Untuk mengetahui bagaimanakah keadaan setimbang suatu reaksi, yang harus dilakukan yakni mengetahui ciri-ciri keadaan setimbang. Ciri-ciri keadaaan setimbang yakni sebagai berikut:
  • Reaksi terjadi dalam daerah atau wadah tertutup dengan suhu dan tekanan yang tetap.
  • Merupakaan reaksi yang bersifat dinamis (terjadi secara terus menerus).
  • Reaksi terjadi dalam dua arah yang berlawanan.
  • Laju reaksi ke reaktannya sama dengan laju reaksi ke produknya.
  • Produk dan reaktan mempunyai konsentrasi yang sama.
  • Merupakan reaksi yang terjadi secara mikroskopik (reaksi pada tingkat partikel zat).

C. TETAPAN KESETIMBANGAN KIMIA DAN DERAJAT DISOSIASI
Hukum Kesetimbangan Kimia dikemukakan oleh Guldberg dan Waage pada tahun 1866. Hukum kesetimbangan kimia ini dikenal juga dengan istilah Hukum Aksi Massa. Dalam aturan tersebut dikemukakan bahwa pada suhu dan tekanan tertentu perbandingan hasil kali konsentrasi zat-zat disebelah kanan persamaan reaksi akan sama dengan dengan konsentrasi zat-zat sebelah kiri yang masing-masing dipangkatkan dengan koefesien reaksinya yakni tetap. Zat-zat di sebelah kanan yakni zat hasil reaksi sedangkan zat-zat di sebelah kiri yakni zat pereaksi.
Contoh reaksi:
Untuk memilih ukuran seberapa jauh suatu reaksi berlangsung (K), dipakai persamaan berikut:
Harga K menawarkan banyaknya hasil reaksi yang terbentuk. Tetapan K ini akan membentuk tetapan kesetimbangan (K) sehingga terbentuk Kc,Kp dan Kx. Kc menyatakan kesetimbangan molar (larutan dan gas), Kp menyatakan kesetimbangan tekanan parsial (gas) dan Kx menyatakan kesetimbangan dalam frasi mol (larutan dan gas).

1. Kc (konsentrasi molar)
Persamaan konsentrasi molar yaitu:
2. Kp (tekanan Parsial)
Persamaan yang dipakai untuk menmentukan tekanan parsial adalah:
3. Kx (fraksi mol)
Untuk memilih fraksi mol suatu reaksi digunakaan persamaan berikut:
Kp dan Kc mempunyai hubungan, kekerabatan Kp dan Kc tersebut ditentukan memakai persamaan berikut:

∆n merupakan hasil pengurangan antara jumlaah mol gas hasil reaksi dengan jumlah mol gas reaktan.
Catatan:
Jika :     
Sedangkan kekerabatan antara Kp dan Kx dinyatakan dengan persamaan berikut ini:
Kp = Kx P∆n, Dengan P yakni tekanan total   

Derajat disosiasi merupakan harga zat-zat pereaksi.  Derajat disosiasi disebut juga dengan istilah derajaat penguraian. Simbol yang digunkan untuk menyatakan derajat disosiasi yakni α, dengan persamaan sebagai berikut:

D. PERGESERAN KESETIMBANGAN KIMIA
Dalam reaksi kimia ternyata terjadi pergeseran kesetimbangan. Pergeseran kesetimbangan kimia ini terjadi alasannya dampak beberapa faktor. Faktor-faktor yang menimbulkan pergeseran kesetimbangan kimia yakni sebagai berikut:

1. Konsentrasi zat
Pada reaksi kimia jikalau konsentrasi suatu zat ditambah atau dikurangi, akan menimbulkan pergeseran pada kesetimbangannya. Jika konsentrasinya ditambah, kesetimbangan akan bergerak menjauhi zat yang ditambahkan konsentrasinya. Begitu pula sebaliknya, jikalau konsentrasi zat dikurangi maka kesetimbangan akan bergerak mendekati zat yang dikurangi konsentrasinya.

2. Tekanan dan volume
Tekanan dan volume menghipnotis kesetimbangan kimia. Secara sederhana sanggup dijelaskan bahwa tekanan dan volume merupakan dua hal yang berbanding terbalik dalam kesetimbangan kimia. Namun keduanya sanggup menimbulkan pergeseran kesetimbangan kimia. Pengaruh tekanaan dan volume terhadap kesetimbangan yaitu:
  • Jika pada suatu sistem tekanan ditambahkan dan volumenya diperkecil, akan menimbulkan reaksi kesetimbangan mengalami pergeseran ke arah zat yang jumlah molekulnya lebih kecil, Pergeseran terjadi kearah kanan.
  • Jika pada suatu sistem tekanan diperkecil dan volume diperbesar akan  menimbulkan reaksi kesetimbangan bergeser ke arah yang jumlah molekulnya lebi besar, Pergeseran terjaadi kearah kiri.

3. Temperatur
Temperatur akan menimbulkan pergeseran kesetimbangan. Temperatur ini berkaitan dengan kalor, sehingga arah pergeseran kesetimbangan kimia yakni pada zat yang mendapatkan (membutuhkan) kalor dan zat yang melepaskan kalor. Jika temperatur dinaikkan pergesaran kesetimbangan kimia akan menuju ke arah reaksi yang membutuh kalor. Sebaliknya, jikalau temperatur diperkecil, pergeseraan kesetimbangan kimia akan menuju ke arah reaksi yang melepaskan kalor.

E. PERHITUNGAN DAN CONTOH SOAL KESETIMBANGAN KIMIA
Kesetimbangan kimia merupakan salah satu materi yang sulit untuk dipahami. Agar sanggup memahami materi tersebut maka perhatikan beberapa pola soal berikut:





























































F. PENERAPAN KESETIMBANGAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI
Penerapan kesetimbangan kimia umumnya dipakai dalam bidang industri. Beberapa pola penerapan konsep kesetimbangan pada bidang industri tersebut yaitu:
  • Pembuatan Amonia
  • Pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)
  • Pada tangki penyimpanan hiddrogen cair
  • Pembuatan asam nitrat
  • Dan lain-lain.